Rabu, 01 April 2015

Pelatihan Entrepreneur Berkarakter Islam ala Anak Taman Kanak-Kanak Asy Syaffa



Membuat Boneka dan Melatih Daya Kreasi Anak 

Membuat Boneka - Sukaryo dan Tin, pengusaha boneka asal Secang Magelang sedang menjelaskan cara membuat boneka kepada anak-anak Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Asy Syaffa dalam program pendidikan entrepreneur, Rabu (1/4). (Fauziah)



Magelang- Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Asy Syaffa yang beralamat di Kampung Tulung No 48/91 Magelang memiliki cara yang unik untuk mengajarkan ketrampilan dan usaha sejak dini kepada anak didiknya. Model pembelajaran dalam melatih skill anak yaitu dengan pelatihan entrepreneur membuat boneka, Rabu (1/4). Sebagai lembaga pendidikan anak berkarakter Islam, TKIT Asy Syaffa mempunyai metode kreatif untuk menciptakan karakter berbisnis pada anak dengan bentuk pelatihan ala anak TK. 

Program pembelajaran entrepreneur rutin diadakan setidaknya empat kali dalam setahun untuk menciptakan karakter bekerja keras, tidak putus asa, dan juga tawakal. Begitu pun yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah TKIT Asy Syaffa, Dwi Rahayu Wilujeng bahwa “ Kami berusaha mengajarkan kepada anak ketika Ia mau bekerja keras pasti akan berhasil dan tentunya dibersamai dengan Doa kepada Allah”, jelasnya.
Pelatihan membuat boneka diajarkan langsung oleh pengusaha boneka asal Secang Magelang yang telah 18 Tahun bekecimpung dalam bisnis pembuatan boneka. Metode yang digunakan dalam belajar sekaligus bermain ini, dilakukan dengan cara bercerita dan mencoba memasuki alam bawah sadar anak. Begitu pun yang diungkapkan oleh Dwi RahayuWilujeng bahwa, cara pembelajaran yang digunakan yaitu dengan bercerita, tanya jawab,  praktik langsung dan mencoba memberikan motivasi serta kenyamanan kepada anak tentang upaya dan usaha, yang tentunya disesuaikan dengan cara pemikiran anak Taman Kanak-Kanak. 

Model pembelajaran kreatif dan inspiratif ini diberikan kepada anak agar anak merasa senang dan mengenal lingkungan sekitar. Terlebih anak berperan aktif dengan memberikan pertanyaan bagaimana membuat boneka, cara menjahit pola dan anak juga secara langsung mempraktikan pembuatan boneka. Selain itu, anak-anak juga diajarkan cara memasarkan hasil karya mereka.

Tujuan dari pembelajaran pembuatan boneka bersama ini adalah dengan menciptakan pendidikan berkarakter islam dengan menekankan pada entrepreneurship anak. Harapannya adalah anak lebih menghargai tentang usaha dan memiliki karakter lifeskill dengan pengoptimalan daya kreasi mereka, ungkap Dwi Rahayu Wilujeng dalam wawancaranya di gedung sekolah TKIT Asy Syaffa. (Fauziah)