Senin, 20 April 2015

RAJAB REMIND!!! RAMADHAN (DUA BULAN) LAGI

Hilal- Bulan Baru (pustakaalatsar.files.wordpress.com)



Komunitas Belajar Fiqh Magelang Berbahagialah Saudaraku se-Iman, karena sebentar lagi kita akan menyambut Ramadhan. Hari ini, Senin 20 April, bertepatan dengan awal mula bulan Rajab 1436 H. Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram, yaitu Dzulhijjah, Dzulqa'dah, Muharram, dan Rajab.  Dalam menyambutnya, maka diperlukan dasar ilmu yang benar untuk beribadah dengan baik, berikut beberapa dalil Fiqh terkait Bulan Rajab yang bersumber dari para Ulama:
  1. Al Hafidz Ibnu Hajar al Asyqalani rahimahullah  berkata:  “Tidak ada satupun  hadits yang shahih yang dijadikan sebagai  hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak juga dalam puasanya atau puasa tertentu , begitu juga (tidak ada) qiyamullail tertentu di dalamnya."(Lihat Kitab Tabyinul Ujub /ujab hal 11) 
  2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : 
أحاديثُ في فَضلِ صَومِ رَجَبٍ كلها ضعيفة، أو موضوعة
       "Semua hadits yang berkaitan dengan keutamaan bulan rajab adalah lemah atau palsu ".(Lihat kitab Minhajus Sunnah 7/39).
Berikut lampiran beberapa Hadits dhaif (lemah) & maudhu (palsu) seputar Rajab yang banyak beredar di masyarakat (http://www.konsultasisyariah.com/hadis-dhaif-lemah-seputar-rajab/):
- كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ إذا دخَلَ رجبٌ قالَ : اللَّهمَّ بارِكْ لَنا في رجَبٍ وشعبانَ ، وبلِّغنا رمضانَ 
"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila masuk bulan rajab, beliau membaca do'a, ya Allah, berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan ramadhan". (Hadits Dho'if. HR. Thabrani dalam kitab Mu'jam Al Ausath 4/189, ad Dzahabi dalam Kitab Mizanul I'tidal 2/65, al Haitsami dalam kitab Majmu' az Zawa'id 3/143, Ibnu Rajab dalam kitab Latha'if Al Ma'arif hal 233, dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu anhu).
Rasulullah bersabda :
إنَّ شهرَ رجبَ شهرٌ عظيمٌ ، من صام منه يومًا كتب اللهُ له صومَ ألفِ سنةٍ ، ومن صام يومَيْن كتب له صيامَ ألفَيْ سنةٍ ، ومن صام منه ثلاثةَ أيَّامٍ كتب له صومَ ثلاثةِ [ آلافِ ] سنةٍ ، ومن صام من رجبَ سبعةَ أيَّامٍ أُغلِقت عنه أبوابُ جهنَّمَ ، ومن صام منه ثمانيةَ أيَّامٍ فُتِحت له أبوابُ الجنَّةِ الثَّمانيةُ يدخلُ من أيِّها شاء ، ومن صام منه خمسةَ عشرَ يومًا بُدِّلت سيِّئاتُه حسناتٍ ، ونادَى منادٍ من السَّماءِ : قد غُفِر لك فاستأنفِ العملَ ومن زاد زاده اللهُ عزَّ وجلَّ
"Sesungguhnya bulan rajab adalah bulan yang agung, barangsiapa yang puasa sehari saja maka Allah akan mencatat baginya pahala puasa seribu tahun,dan barangsiapa yang berpuasa dua hari hari maka akan di catat pahala dua ribu tahun, dan barangsiapa yang brpuasa tiga hari maka akan di catat baginya pahala puasa tiga ribu tahun, siapa yang berpuasa tujuh hari maka akan di tutup baginya neraka jahannam, siapa yang berpuasa delapan hari maka akan di bukakan baginya pintu surga dan ia bisa masuk lewat pintu mana saja yang ia sukai......"(Hadits Palsu, HR. Ibnul Jauzi dalam kitab Al Maudhuat 2/578).
Rasulullah bersabda :
فمن صامَ من رجبٍ يومًا إيمانًا واحتسابًا استوجَبَ رضوانَ اللهِ الأكبَرَ ، وأسكنَهُ الفِردَوسَ الأعلى . ومن صامَ من رجبٍ يومين فله من الأجر ضِعفانِ ، وزنُ كلِّ ضعفٍ مثلُ جبال الدُّنيا ، ومن صام من رجبٍ ثلاثةَ أيَّامٍ جعلَ اللهُ بينَهُ وبين النَّارِ خندقًا ، طولُ مسيرةِ ذلكَ اليومِ سنةٌ ، ومن صامَ من رجبٍ أربعةَ أيَّامٍِ عوفي من البلاءِ ، ومن الجذامِ ، والجنونِ والبرصِ ، ومن فتنةِ المسيحِ الدَّجَّالِ ، ومن عذاب القبرِ ، ومن صام من رجبٍ خمسةَ أيَّامً وُقِيَ عذابَ القبرِ ، ومَن صامَ من رجبٍ ستَّةَ أيامٍ خرج من قبرِهِ ووجهُهُ أضوَأُ من القمرِ ليلةَ البدرِ ، ومن صام من رجبٍ سبعةَ أيَّامٍ فإنَّ لجهنَّمَ سبعةَ أبوابٍ ، يُغلِقُ اللهُ تعالى عنهُ بصومِ كلِّ يومٍ بابًا من أبوابِها ، ومَن صام من رجبٍ ثمانيةَ أيَّامٍ فإن للجنَّةِ ثمانيةَ أبوابٍ ، يفتحُ اللهُ له بكلِّ صومِ يومٍ بابًا من أبوابِها........
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan rajab satu hari saja karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka Allah telah mewajibkan baginya mendapatkan keridhoan yang besar, dan di tempatkan di surga Firdaus yang tinggi, dan siapa saja yang berpuasa dua hari (di bulan rajab) maka baginya tetapkan pahala yang berlipat lipat, berat tiap kelipatannya seberat gunung yang ada di dunia, dan siapa yang berpuasa tiga hari maka Allah akan menjauhkan dirinya dengan neraka sejauh satu parit (satu parit panjangnya sejauh satu tahun perjalanan)........."(Hadits Bathil. HR Ibnu Hajar dalam Kitab Tabyinul Ujub/ujab 22).
Ustadz Agung Cahyadi dalam kajiannya yang membahas fiqh di bulan Rajab yang dibagikan melalui broadcast whatsapp menyampaikan, "Di bulan Rajab ini juga tidak ada amalan khusus yang diperintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, baik puasa, shalat, zakat, atau apapun." Hal tersebut beliau sampaikan atas dasar perkataan Ulama Ibnu Hajar dan Ibnu Rajab sebagai berikut:
  • "Tidak ada riwayat sahih tentang keutamaan Rajab, baik puasa sebulan penuh atau puasa tanggal tertentu di bulan Rajab" (Ibnu Hajar)
  • "Tidak ada satu pun hadits sohih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus" (Ibnu Rajab)
Lalu bagaimana sikap kita terhadap dalil-dalil Hadist yang tidak shahih tersebut? Ustadz memberikan contoh pertanyaan sebagai berikut:
Bolehkah puasa sunnah di bulan Rajab? BOLEH & BAGUS sekali. Namun, dalilnya dalil umum puasa saja, bukan dalil khusus Rajab seperti, puasa Senin & Kamis, puasa nabi Dawud, puasa Ayyamul Bidh. Maksud dalil umum untuk berpuasa adalah bahwa bulan Rajab itu termasuk salah 1 bulan diantara bulan haram (sakral). Sebagai info, Rasulullah bersabda bahwa bulan haram (bulan yang sakral) ada 4 bulan yaitu Dzulhijjah, Dzulqa'dah, Muharram dan Rajab. Di bulan-bulan haram (sakral) ini juga disunnahkan semua amal-amal kbaikan dan perbuatan-perbuatan maksiat juga sangat dihindari. Berdasarkan pernyataan ulama, "Berbuat dosa di dalamnya (di bulan haram) lebih besar di hadapan Allah. Amal solih juga lebih besar ganjarannya" (Abdullah bin Abbas). Jadi, berpuasa sunnah yang ada contohnya di bulan Rajab diperbolehkan berdasar dalil-dali umum diatas. Bukan karena dalil-dhaif yang meragukan bahkan palsu. 
Beliau juga mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menyebarkan amalan-amalan Rajab tanpa disertai riwayat yang sohih. "Khawatir malah jadi dusta atas nama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.", ujar beliau. Kemudian beliau berpesan, "Intinya, beribadahlah yang banyak lagi sesuai sunnah di bulan Rajab karena ia adalah bagian dari bulan haram (sakral), jauhi penuh maksiat-maksiat, dan nggak perlu menghitung-hitung amal, insyaAllah setiap amal baik pasti Allah terima. Fokus kita pada niat ikhlas dan cara sesuai sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
Terakhir, beliau mengingatkan kita semua agar yang masih punya hutang puasa, disegerakan menyelesaikan hutang puasanya. "Jangan sampai masuk Ramadhan masih ada tanggungan. Selamat memperbanyak amal solih di bulan haram. Semoga dengan memperbanyak amal di bulan Rajab, kita siap menyambut Ramadhan." ungkap Ustadz Agung yang menjadi narasumber utama dan pengasuh konsultasi syariah dot net. (SPL)


Profil Singkat beliau:

KH. Agung Cahyadi, MA

KH. Agung Cahyadi, MA

Mengenyam pendidikan :
Ponpes Gontor Ponorogo,
S1  Universitas Imam Muhammad bin Saud, Saudi Arabia.
S2 Universitas Imam Muhammad bin Saud
Sekarang aktif di Ikadi Jawa Timur.

Sumber:  http://konsultasisyariah.net/content/view/51/56/