Selasa, 21 April 2015

Renungan Hari Kartini


dok.google
Renungan Hari Kartini
oleh: Nasrodin (Ketua Humas YIF)
Wahai perempuan Indonesia.
Ditanah nan luhur dan penuh budi pekerti ini.
Telah lahir putri sejati.
Dia lahir dari keluarga priyayi.
Tapi hatinya tertambat pada nasib perempuan negeri ini.
...yang tak boleh mengenyam pendidikan.
...yang tak boleh menentukan pendamping idaman.
...yang harus hidup dlm pingitan.
Jiwa kartini bergolak.
Keterbelakangan perempuan membuat nurani terkoyak.
Diangkatlah pena untuk berjuang.
Agar gelap pergi dan terbitlah terang.
Umur kartini tidaklah panjang.
Hanya 25 tahun saja.
Tapi karyanya akan dikenang.
Oleh kami,perempuan Indonesia.
Jk saat ini Kartini hadir ditengah kita.
Mungkin akan mengembang seulas senyumnya.
Melihat byk kaumnya.
Turut berkiprah membangun bangsa.
Tapi...
Bisa pula bermuram durja.
Jika perempuan lupa kodratnya.
Wahai perempuan Indonesia.
Sehebat apapun yang dicapai.
Setinggi apapun kita terbang.
Menjadi IBU Sejati...
Mendidik anak dan mjd pendamping suami.
Adalah kodrat yang Hakiki.
(humas yif)