Rabu, 01 April 2015

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Siap Hadapi Ujian Nasional



Magelang- Ujian nasional untuk tingkat Sekolah Dasar yang diadakan oleh pemerintah untuk menstandarisasi kualitas pendidikan di Indonesia akan diselenggarakan pada tanggal 18 Mei 2015. SDIT Ihsanul Fikri yang merupakan sekolah dasar berakreditasi A beralamat di Jalan Jeruk Timur V Sanden Kota Magelang, melalui perwakilan Humas sekolah (1/4) mengungkapkan siap menghadapi Ujian Nasional pada bulan Mei 2015.

Rosiyanti Diah Winarni selaku Humas SDIT Ihsanul Fikri mengungkapkan bahwa anak didiknya yang saat ini berada di kelas enam berjumlah 101 siap menghadapi ujian baik itu ujian praktik, ujian sekolah dan ujian nasional untuk tiga mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan bekal dan pemahaman yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. 

Rosiyanti mengungkapkan bahwa, “ SDIT Ihsanul Fikri telah menanamkan pendidikan aklaq dan pendidikan formal kepada anak secara umum sejak mereka bersekolah di SDIT Ihsanul Fikri, dari pendidikan ini diharapkan siswa-siswa menjadi anak yang berkualitas dan memiliki kebiasaan yang baik sehingga siap untuk menghadapi ujian nasional maupun menghadapi lingkungan baru setelah mereka lulus dari SDIT Ihsanul Fikri”, ujar Rosiyanti. 

Dalam menghadapi ujian nasional, tim kurikulum SDIT Ihsanul Fikri memiliki cara tersendiri untuk menciptakan iklim belajar yang Islami dan baik. Rosyidah Rizki selaku tim kurikulum SDIT Ihsanul Fikri mengungkapkan bahwa sejak semester satu anak kelas enam sudah mendapatkan pendampingan untuk tiga mata pelajaran Ujian Nasional. Selain itu, mereka juga diwajibkan datang lebih awal yaitu pada pukul 06.45 WIB. Adapun try out dan kegiatan malam bina iman dan takwa (Mabit) juga dilaksanakan untuk mempersiapkan mental dan rukhiyah dalam menghadapi ujian nasional.  

Rosyidah mengungkapkan bahwa, “ Harapannya dengan diadakan berbagai macam program dapat menanamkan motivasi dan dapat lulus 100% serta dapat masuk ke Sekolah Menengan Pertama (SMP) maupun sekolah menengah berbasis agama Islam yang diharapkan oleh mereka”, ujar Rosyidah. (Fauziah)