Sabtu, 11 April 2015

SOSIALISASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN LANGKAH MENUJU KEBANGKITAN BANGSA

Hidayat Nur Wahid dalam sambutannya pada sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di hotel Borobudur Indah Kota Magelang (10/4) 

MAGELANG- Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dalam wawancaranya menyampaikan bahwa Sosialisasi empat pilar kebangsaan menjadi salah satu bagian dari pendidikan kebangsaan bagi rakyat menuju kebangkitan bangsanya. Dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat, diharapkan rakyat akan mendapat informasi yang kuat sehingga dapat mengajukan perubahan hukum yang tidak sesuai menuju negara berdaulat sehingga tidak menjadi radikalis, tidak menjadi ISIS, tidak menjadi komunis, dan tidak menjadi separatis.
Hidayat juga menyampaikan bahwa merupakan sebuah kewajiban sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi dasar falsafah hidup bernegara. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi berhak mengajukan perubahan undang-undang ke Mahkamah Konstitusi, sebagai contoh diperbolehkannya pengajuan calon dari pihak perseorangan dalam pilkada. Oleh karena itu, rakyat harus benar-benar paham Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Di tengah hangatnya isu terorisme dan radikalisme, Hidayat menyampaikan bahwa dasar hukum pemblokiran situs-situs Islam belum jelas. “Hukum itu harus jelas, masalahnya Pemerintah juga masih bingung dengan definisi gerakan radikal itu sendiri. Jika belum ada dasar hukumnya maka dibuat terlebih dahulu, baru dapat digunakan untuk menghukumi. Jangan sampai perlawanan terhadap terorisme, komunisme, dan separatisme memunculkan Islamophobia di kalangan masyarakat, ini bisa memunculkan masalah baru nantinya.” Kata Hidayat kepada wartawan sebelum memberikan sambutan pembuka kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Gedung Syailenda Hotel Borobudur, Kota Magelang. (10/4)
Ariana Pusposari (47), seorang peserta sosialisasi, menyampaikan bahwa agenda sosialisasi empat pilar kebangsaan membawa manfaat bagi masyarakat. Ini pengetahuan baru yang mudah dipahami dan beruntung bisa memperoleh buku-buku terkait Pancasila, NKRI, Bhinneka, dan UUD 1945 secara gratis. (SPL/YIF)