Jumat, 29 Mei 2015

JELAJAH GUNUNG HINGGA PANTAI, MENTORING PERPISAHAN KELAS VI SDIT IHSANUL FIKRI

PENDAKIAN PUNCAK ANDONG

Rute Menuju puncak Gn. Andong(27/5)
MAGELANG- Mentoring perpisahan Siswa putra kelas VI SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang tahun ini berlokasi di Gunung Andong, Grabag Magelang (27/5). Tema kegiatan yang berupa tafakur alam ini diikuti sebanyak 42 siswa bersama enam guru pendamping. Selain untuk bertafakur, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengukir memori di puncak Andong.

Pak Imam sebagai penanggungjawab kegiatan tengah menceritakan pengalamannya mendampingi anak-anak yang baru kali pertama melakukan pendakian ke Andong. Diawali dari proses pemberangkatan hingga pemulangan. "Anak-anak berangkat dari sekolah pukul 07.30  dengan menaiki angkot jalur 3. Alhamdulillah semua sanggup muncak. Diawal perjalanan, ada satu anak yang gak mau naik karena alasan sakit dan takut ketinggian, tapi kemudian kita motivasi dan akhirnya berhasil sampai puncak". Saat dikonfirmasi lamanya waktu untuk menggapai puncak, beliau menjawab, "Hanya dalam waktu 50 menit, anak-anak sudah sampai pada puncak Andong berketinggian 1726 mdpl. Mereka menaklukkan Andong sambil berlari", ujarnya saat ditemui di ruang tata usaha SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang jelang sholat Jum'at (29/5).

Saat Siswa Putra kelas VI melakukan perjalanan menuju hingga puncak Gn. Andong (27/5)

Imam menambahkan ceritanya saat sampai dipuncak, "Anak-anak memasak air menggunakan kompor parafin untuk menyeduh makanan dan minuman instan yang sudah mereka siapkan sebagai bekal perjalanan. Kemudian mereka melakukan foto bersama, mengenal lingkungan, ploting sampah, mentoring, dan mengukir memori di puncak Andong". Ada kejadian unik saat anak-anak mengenal lingkungan. Ada sebagian anak yang mencoba untuk mengakrabi pendaki lain yang datang bersama pasangannya. "Mbak, kok mau sih jadi pacarnya mas ini?," ujar Imam mengutip cerita dari muridnya.

"Mengukir memori di puncak Andong berisi tiga poin penting, yaitu selalu berkomitmen dalam menjalani syariat Islam, karena Islam itu mudah dan memudahkan dalam menggapai cita-cita; setia dengan almamater dengan cara mengikuti program kegiatan pasca kelulusan; rajin silaturahim ke guru", ujar Imam selaku pemimpin dalam pengucapan ikrar tersebut.

Saat turun gunung, tak lupa anak-anak membawa kembali sampah yang sudah mereka kumpulkan. Sesampainya di basecamp, mereka istirahat sholat dan makan. "Makanan yang dipersiapkan prasmanan langsung saja menjadi santapan ternikmat bagi kami", tambahnya saat menutup cerita. Siswa sampai lagi ke sekolah pada pukul 14.30 sesuai jadwal.



SUSUR PANTAI JATI MALANG
Siswa Putri kelas VI saat sedang Bermain Pasir (27/5)
Berbeda dengan lokasi tujuan siswa putra, 44 siswa putri kelas VI SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang ditemani tujuh guru pendamping melakukan mentoring perpisahan dengan agenda rihlah ke pantai Jatimalang, Purworejo pada hari yang sama, Rabu (27/5). "Tujuan kegiatan ini adalah untuk tafakur alam dan rihlah sebagai bentuk kesyukuran kita karena sudah diberi kelancrn dalam ujian sekolah tgl 18-25 Mei kemarin", jelas Arin selaku koordinator jenjang VI (29/5).

"Pemilihan lokasi di pantai Jatimalang karena jaraknya yang relatif dekat dan juga atas pilihan langsung dari siswa putri. Berangkat dengan lima kendaraan dari masjid RSI jam 08.00 dan sampai lokasi jam 10.00. Lokasi pantai dr kota Purworejo sektr 20 km arah selatan. Kanan kiri sawah menghijau dan kondisi pantai masih alami. Kebetulan laut sedang pasang dan ombaknya tinggi seperti pantai selatan lainnya, jadi kita tidak berani untuk berenang", kisah Arin.

Siswa Putri kelas VI saat sedang Bermain Pasir dan menunjukkan hasil karyanya (27/5)
Ustadzah Arin, demikian murid-murid memanggilnya di sekolah kemudian melengkapi ceritanya kembali, "Kegiatan kami diawali sholat Dhuha di Masjid RSI lalu pengarahan dari saya. Pembiasaan yang tetap kita lakukan salah satunya membaca Al Matsurat bersama-sama di awal perjalanan, bahkan selama perjalanan sempat ada yg mual. Sesampainya di lokasi kami beristirahat sebentar baru kemudian menuju ke pantai. Pandangan kami langsung tertuju ke arah lautan, memandang gulungan ombak yang tinggi langsung membuat kami benar-benar merasa kagum dan kecil di hadapan Allah SWT, juga mengingatkan bahwa sebagai makhlukNya kita tidak boleh takabur dan senantiasa tawadhu (rendah hati). Setelah itu kita berkelompok untuk membuat istana pasir. Puas main pasir, dilanjutkan mencari binatang air yang hidup di pantai seperti kepiting kecil (baca:yuyu). Mengasyikkan sekali saat menangkap dan melepaskan lagi yuyu-yuyu kecil tadi. Sebelum pulang, kami kembali memuaskan diri duduk di pantai menikmati deburan ombak. Rombongan pulang jam 13.30 setelah makan dan sholat Dhuhur. Alhamdulillah rombongan sampai Magelang dalam kondisi sehat dan ceria jam 15.45." (SPL).