Minggu, 03 Mei 2015

KHATAMAN DAN IMTIHAN SDIT IHSANUL FIKRI KOTA MAGELANG DI MOMEN HARDIKNAS BERJALAN KHIDMAT

Siswa SDIT Ihsanul Fikri- Peserta Khataman dan Imtihan
MAGELANG- Rintik hujan pagi hari tadi menambah syahdu dibukanya agenda Khataman dan Imtihan yang diselenggarakan oleh SDIT Ihsanul Fikri kota Magelang  di Gedung Wiworo Wiji Pinilih. SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang mengambil tema Syukur di Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun ini. Khataman dan Imtihan merupakan bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, yaitu pelaporan secara langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur'an kepada Orang tua wali santri/ masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh 86 anak dari kelas IV, V, dan VI pada hari ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan setelah sebelumnya berhasil meluluskan 40 anak dari kelas III, IV, V, dan VI. Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur'an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat Al Zalzalah sampai dengan An Naas, kemudian Al FAtihah dan Surat Al BAqarah ayat 1-5, dan ditutup doa Khatmu Al Qur'an beserta artinya. Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur'an), dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh UMMI Foundation. (2/5)
Imtihan- Ustadz Muhammad Arif Syu'aib memandu jalannya proses imtihan dan tanya jawab
Beberapa siswa yang mendapat kehormatan untuk unjuk kebolehan ilmu yang telah dikuasainya adalah Mbak Cita, Mas Izul, Mas Irsyad, Mbak Nana, Mas Zaim, Mas Roni, Mbak Nurul, Mas Shiddiq, Mas Zaidan, dan Mbak Khusnia. Beberapa yang berhasil kami catat yaitu Mas izul yang mendapatkan pertanyaan salah satu hukum bacaan ghorib yaitu shod yang terdapat huruf sin kecil diatasnya, Mas Zaim diminta untuk membacakan surat Al Kahfi ayat 1-2 yang didalamya terdapat hukum bacaan saktah, Mas Roni diminta membacakan surat Al Hujurat ayat 11, dan Mbak Nurul yang diminta tasmi' QS Al Qoriah beserta penjelasan hukum-hukum tajwid di dalamnya.

Sesi memohon doa restu pada kedua orang tua
Sesi memohon doa restu pada kedua orang tua



Selepas proses imtihan dan tanya jawab, anak-anak diberi waktu menemui kedua orang tua dan guru selama tiga menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh, sukses, dan berguna bagi agama. Tiga menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Dengan diiringi instrumen musik do'aku, para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya maing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari. Setelah meminta doa restu, kemudian para peserta diminta untuk naik ke panggung kembali untuk mendengarkan pesan-pesan kepada peserta Khotaman dari Ustadz Arif selaku pemandu Khotaman. Terdapat tiga pesan penting yang disampaikan, yaitu pesan untuk rajin sholat lima waktu, berbakti pihak kedua orang tua, dan rajin membaca Al Qur'an setiap hari.

Tropy Khataman
Penyerahan Sertifikat dan Trophy oleh Kepala Sekolah dan Koordinator UMMI
Setelah itu peserta diminta meninggalkan panggung dengan rapi untuk kembali ke tempat yang sudah disediakan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat pada seluruh peserta khotaman. Satu per satu peserta naik panggung sesuai dengan slide yang telah ditampilkan untuk menerima sertifikat dan trophy khotaman dari kepala sekolah dan koordinator UMMI. Dengan demikian, telah terujilah ilmu tartil, fashohah, ghorib, dan tajwid, serta hafalan para peserta khataman dan imtihan di depan publik. Ustadz Faisal menyampaikan harapan beliau kedepannya kepada para peserta "semoga anak-anak didik menjadi pribadi yang sholih/sholihah dan berakhlaqul karimah." Ustadz Abdur Rozak berpesan agar kedepannya para guru dapat lebih meningkatkan lagi kinerja yang sudah baik ini dan bagi para orang tua, diharap agar dapat mendampingi anak-anaknya hingga ilmu yang telah diperolehnya nanti dapat segera diamalkan. "Persiapan yang memakan waktu selama satu bulan intensif ini membuahkan hasil beupa nilai yang cukup memuaskan. Namun, secara target masih kurang, baru 80% yang tercapai. Pada praktiknya, 20% sisanya mengalami permasalahan yang cukup beragam dan kasuistik menyangkut kondisi psikologis anak. Agenda khataman dan imtihan ini merupakan ajang evaluasi dan menjadi tambahan penyemangat para guru untuk menghadapi tantangan kedepan yang lebih besar. Target untuk tahun depan, kegiatan ini akan rutin digelar tiap satu semester. Jadi, hendaknya kita belum layak merasa puas diri.", jelas kepala sekolah SDIT Ihsanul Fikri. Diakhir wawancara, beliau yang juga tergabung sebagai penanggungjawab kegiatan bersama Ustadz Sholihin dan Ustadz Faisal meminta doa restu agar tahun depan kelas tiga sudah mencapai Al Qur'an dan tahun ajaran 2015/2016 ada kelas tahfidz dengan target 5 Juz (Juz 29,30, 1, 2, dan 3).

Penyerahan Penghargaan
Terdapat beberapa Penghargaan yang diberikan pada peserta terbaik. Peserta terbaik diminta untuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Beberapa nama siswa berprestasi yaitu Dewangga Dika Darmawan yang mendapat peringkat terbaik petama dengan total nilai 9,60. Terbaik kedua diraih oleh ananda Naufal Makarim Aschafitz dan Khasnaul Azizah dengan nilai 9.40. Terbaik ketika diraih oleh ananda Tita Amalya Nadhifah, Daniya Nadiya Adila, dan Nur Iftita Anisa Sani dengan nilai 9,30. Prestasi anak-anak masih mungkin untuk dapat terus ditingkatkan. Ustadz Arif sebagai perwakilan dari UMMI Foundation mengungkapkan bahwa "Dengan telah terselenggaranya kegiatan khataman dan imtihan ini, SDIT Ihsanul Fikri sudah profesional dalam melakukan pelaporan secara nyata pada masyarakat. Walaupun belum sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Allah), belau optimis bahwa kedepan kualitas kompetensi anak didik dapat lebih ditingkatkan lagi."  Tidak hanya menyinggung dari segi kualitas, beliau juga menyampaikan harapan dari segi kuantitas, "Semoga di periode selanjutnya, peserta bisa mencapai seratusan lebih jumlahnya."
Bapak Anang Masruri (Wali dari Zahra Farwania)
Dalam sambutan wali murid yang diwakili oleh Bapak AnangMasruri, beliau menyampaikan bahwa "Tidak ada kalimat yang utama selain syukur. nikmat dapat hadir dan menyaksikanbagaimana anak-anak kita telah diakui dan dididik cara membaca Al Qur'an dengan metode UMMI. Sejak awal jilid pertama hingga akhirnya dapat membaca Al Qur'an dengan lancar. Kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsira kepada SDIT Ihsanul Fikri, wabil khusus tim pengajar UMMI sehingga anak kami bisa membaca Al Qur'an." Diakhir sambutannya, beliau sebagai wali murid percaya bahwa SDIT Ihsanul Fikri telahmampu mewujudkan motto sekolahnya sebagai SekolahUnggulan berkarakter Qur'ani. Beliau juga mendoakan agar para guru diberi pahala oleh Allah SWT. seperti aliran air. Beliau mengibaratkan jika nanti anak-anak kami telah dewasa dan mengajarkan apa yang telah diperoleh dari guru-guru mereka, maka pahala tersebut akan tetap mengalir pada siapa yang telah menyalurkan ilmu yang bermanfaat tadi pada yang mengajarkannya petama kali. "Hanya Allah SWT sangpemberi balasan Tebaik.", tutup beliau.

Bapak KH. Mansyur Siroj, Tokoh Masyarakat dari kalangan Nahdatul Ulama' (NU)
Dalam sambutan berikutnya, KH Mansyur Siroj yang merupakan tokoh masyarakat menyampaikan mauidhotul khasanah kepada para hadirin dan peserta khataman dan imtihan. Beliau menyampaikan bahwa "SDIT Ihsanul Fikri telah menjadi Pusat Perhtian Orang (PPO) yaitu sebagai sekolah yng bagus, unggul, dan bermutu." Beliau juga mendoakan agar para siswa SDIT Ihsanul Fikri menjadi anak yang sholih -sholihah, rajin sholat, mengaji, dan beribadah. Beliau juga mengakui metode UMMI yang dinyatakan dalam kalimat "melihat kemampuan peseta khataman dan imtihan ini, berarti metode UMMI ini canggih benar." Diakhir ceramahnya, beliau berpesan bahwa amal ibadah yang disukai itu, amal ibadah yang konsisten. Beliau mengajak para hadirin untuk bersama-sama menghafalkan empat kata Ajak, Contoh, Dorong, dan Cegah yang kemudian disingkat menjadi ACDC.

Grup Nasyid Granada Voice dan Magenta
Diakhir acara, hadirin dihibur dengan tampilan dari salah satu grup Nasyid binaan ustadz Niko, yang merupakan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMPIT Ihsanul Fikri yang merupakan pemenang juara satu lomba nasyid yang diselenggarakan Asosiasi Nasyid Nusantara wilayah Jawa Tengah. (SPL)