Kamis, 07 Mei 2015

PENGAWAS UJIAN NASIONAL ACUNGI JEMPOL SISWA-SISWI KELAS IX SMPIT IHSANUL FIKRI

Pengawas- Astuti Hari N., S.S. dan Sunarsih, S.Pd (dari kiri ke kanan) (7/5)
MAGELANG- Hari ini merupakan hari keempat Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang merupakan hari terakhir UN SMP. Suasana tenang menyelimuti ketiga ruangan ujian. SMPIT Ihsanul Fikri menyediakan dua kelas akhwat, dan satu kelas ikhwan dengan jumlah total peserta Ujian 50 anak. Suasana kelas selama UN berlangsung terbilang aman terkendali. Dengan diawali Sholat Dhuha dan Doa Al ma'tsurat dipagi hari pukul 06.50, anak-anak siap menghadapi UN hari terakhir. (7/5)

Ibu Sunarsih yang merupakan guru Bimbingan Konseling (BK) di SMPN 9 Kota Magelang menceritakan pengalaman beliau selama menjaga UN di SMPIT Ihsanul Fikri. "Di hari pertama beliau berjaga, anak-anak masih terlihat ramai saat memasuki ruang ujian ikhwan, tetapi setelah masuk, duduk dan berdoa suasana dapat dikendalikan. Di hari kedua terdapat Lembar Jawab Komputer (LJK) yang belum terisi sempurna. Di hari Ketiga, ada satu anak yang terbalik dalam membuat bulatan di bagian namanyanya. Sempat juga terjadi kesalahpahaman dengan pihak sekolah. Ada satu peserta ujian yang sakit tidak duduk bersama di ruang ujian, tetapi berada di ruangan khusus. Hal ini lah yang membuat pengawas bingung, dikiranya anak tersebut tidak masuk karena tidak ada dalam ruang ujian. Alhamdulillah setelah dibantu dengan pengawas pendamping, kesalahpahaman ini dapat teratasi.", cerita beliau yang merupakan guru pindahan dari SMPN 11 Kota Magelang. Di akhir wawancaranya, beliau memberikan pernyataan bahwa pada umumnya anak-anak bersikap tertib, sehingga UN dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Ibu Astuti yang merupakan guru Bahasa Inggris SMPN 11 Kota Magelang memberikan kesannya selama mengawasi UN di SMPIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. "Secara global, kondisinya lebih tertib bila dibandingkan SMP lain. Kondisi ruang ujian Akhwat anteng, normal dan kondusif. Anak-anaknya sopan, memberi salam ketika masuk dan akan keluar. Saya juga salut karena pada saat berdoa, anak-anak sangat khusyuk.", ungkap beliau yang mendapatkan tugas jaga di kelas akhwat. Saat ditanya mengenai soal Bahasa Inggris, beliau mengaku belum tahu karena dalam kode etik, pengawas tidak diperbolehkan untuk membaca soal. "Jika mau membahas kualitas soal, mungkin bisa dilakukan dikemudian hari setelah proses pembahasan soal.", tambahnya.