Kamis, 28 Mei 2015

PERILAKU ORANG TUA YANG HARUS DIHINDARI

 oleh: Atun Salima*)
ilustrasi : http://eritazurahmi.com

Penghakiman Terhadap Anak
Kita sering menjumpai seorang ibu berkata kasar dan jorok kepada anaknya karena jengkel dan kesal dengan ulah si anak. Padahal, sikap seperti itu akan memberi dampak yang buruk kepada si anak. Bagaimana sebaiknya jika si anak menjengkelkan? Dikatakan dalam pepatah jawa ojo sok nyepatani anak (jangan suka mengumpat pada anak). Dalam ajaran Islam, kata-kata ibu bisa menjadi sebuah doa. Jikalau yang diucapkan seorang ibu adalah sebuah umpatan, dan umpatan itu terhitung menjadi sebuah doa yang makbul, maka di kemudian hari sang ibu akan rugi sendiri. 
Kita sering menjumpai sikap orang tua di tengah masyarakat yang kurang nyaman dilihat dan didengar misalnya: "Bodoh sekali sih kamu, begitu saja salah dan tidak bisa!" atau "Dasar anak bandel!", kalimat-kalimat tersebut tidak asing lagi kita dengar. Bahkan, beberapa orang tua sering mengucapkan kalimat tersebut di depan umum. Pendapat ahli psikologi pendidikan menyatakan bahwa jika seorang anak diberi sebuah predikat baik atau buruk, maka dikemudian hari akan menjadi identitas anak tersebut. 

Dampak Terhadap Anak
Terdapat suatu pemikiran dasar yang menyatakan bahwa anak yang diberi predikat bandel dan diperlakukan sebagai anak bandel, dengan sendirinya akan menjadi bandel. Anak yang diberi predikat bodoh dan diperlakukan seperti anak bodoh, maka akan menjadi bodoh. Bagi banyak orang, pengalaman mendapatkan predikat tertentu memicu pemikiran bawah sadarnya bahwa dirinya ditolak. Pemikiran bahwa dirinya ditolak jika dibarengi dengan penolakan yang sesungguhnya di masyarakat, dapat menghancurkan kemampuan berinteraksi, merendahkan harga diri, dan berpengaruh negatif terhadap kinerja seseorang dalam kehidupan sosial dan kehidupan kerjanya.

Saran Bagi Orang Tua
  1. Responlah secara spesifik terhadap perilaku anak, bukan kepribadiannya. Jikalau anak bertindak sesuatu yang tidak berkenan di hati, jangan merespon dengan ungkapan predikat buruk.
  2. Gunakanlah predikat untuk kepentingan pribadi orangtua. Memberikan predikat tidak selamanya buruk, misal penggunaan predikat untuk lebih memahami dinamika perilaku anak.
  3. Menahan diri sendiri untuk tidak mengumpat. Adakalanya orangtua sudah tidak sabar, sehingga ingin mengumpat anak, misalnya, "Heh, kamu goblok bgt sich". Jika kesabaran sudah diambang batas, maka sblm kata kata negatif keluar, sebaiknya orangtua menarik diri sementara dari anak.
Kesimpulan
Cara orangtua berbicara dan menanggapi kekurangan kekurangan anak, akan sangat berpengaruh bagi anak sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, orangtua harus hati-hati, dan mempertimbangkan secara matang apa yang akan diucapkan kepada anaknya. "Mulutmu adalah Harimaumu", begitulah kata pepatah, dan dalam hal ini mulut orangtua bisa menjadi harimau bagi anak. Orangtua harus selalu berkata-kata positif tentang anak, agar anak selalu berpikiran positif tentang dirinya dan tumbuh dengan harga diri yang tinggi, perasaan dicintai, dan diterima.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

*)Penulis bernama lengkap Atun Salima merupakan salah satu tenaga pendidik di PAUD IT Asy Syaffa'2 Magelang. Wanita kelahiran Yogjakarta, 7 Maret 1974 ini memiliki hobi membaca buku-buku tentang pendidikan anak. Bersama Rudy Rusmanto, Atun dikaruniai tiga anak, yang pertama Khusnun Aida Rosalima, yang kedua Muhammad Fakhry Hakim, dan yang ketiga Muhammad Imaduddin dan bertempat tinggal di  Perum Pondok Rejo Asri, Jalan Indrakila 2 Nomor 198, Mertoyudan, Magelang. Pengalaman Atun sebagai tenaga pendidik yaitu sebagai Guru di TK Bias Yaumi Fatimah Pati, TK Kartini Pancuranmas Magelang, dan TKIT Asy Syaffa' 1 Magelang. Sejak awal pendirian PAUD IT Asy Syaffa' 2 tahun 2006, Atun turut berperan dalam merintis kelas playgroup. Pengalaman lain dibidang menulis adalah pernah mendapat Juara 1 lomba mengarang tingkat Magelang dan Kedu semasa SMA dulu. Selain itu juga pernah meraih penghargaan dari B.J. Habibie dalam ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja. Pengalamannya berada di humas PAUD IT Asy Syaffa' 2 setahun lalu juga telah menghasilkan beberapa karya tulisan dalam bentuk buletin dan berita dalam koran. (SPL)