Kamis, 11 Juni 2015

ANIES BASWEDAN APRESIASI EKOSISTEM PENDIDIKAN DI MAGELANG


Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah ceramah di depan kepala-kepala Sekolah se-Kota Magelang dan tamu undangan di SMPN 1 Kota Magelang pada Kamis (11/6). Foto: SPL.
MAGELANG- Anies Baswedan mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) dan Indeks Integritas (IIUN) SMP dan sederajat secara nasional di SMP N 1 Kota Magelang pada Kamis (11/6). Pemilihan lokasi pengumuman di SMP N 1 Kota Magelang sebagai bentuk apresiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atas prestasi SMP N 1 Kota Magelang sebagai sekolah yang menerapkan UN berbasis kertas dengan capaian nilai UN dan IIUN tertinggi se-Indonesia.

ANAK DIDIK KITA, ASET MASA DEPAN
Salah satu syarat mendasar dalam menyiapkan anak-anak kita untuk masa depan adalah berintegritas. Salah satu bentuk integritas adalah kejujuran. Anies juga menghimbau untuk menghidupkan semboyan 'Yang Jujur Akan Selamat' dalam masyarakat. "Integrity is key, mulai dari mana? mulai dari rumah dan di sekolah. Nah, Alhamdulillah Magelang jadi contoh untuk seluruh Indonesia", ungkap Anies dalam ceramahnya. (11/6)
Anies mengambil contoh aset bangsa dengan menunjuk salah satu siswa yang hadir, Faiq (16) Anies mengungkapkan, "Pada 30 tahun mendatang dia akan seusia saya, dan teman-teman seusianya akan menjadi penyelenggara 100 tahun Indonesia". Anies juga berpesan agar siswa SMP/SMA jangan dipandang sebagai statusnya yang melekat sekarang, tapi pandanglah mereka sebagai wajah masa depan Indonesia. "Peran kita dalam sebuah institusi pendidikanlah yang akan menentukan. Jadi, dampak positifnya bukan hanya disekolah, tapi juga dapat tumbuh di rumah dan menyebar ke masyarakat", tambah alumni SMP N 5 Yogyakarta pada hadirin.

JADILAH GURU YANG MENGINSPIRASI
Dalam ceramahnya, Anies menanyakan pada para hadirin "Masih ingatkah kita dengan guru-guru yang pernah mengajar kita di sekolah?". Sejenak suasana hening. Anies pun menyambung pertanyaannya, "Mari coba kita ingat berapa guru yang teringat dan berapa yang terlupakan. Ada dua tipe guru yang mudah diingat, yaitu yang menginspirasi dan yang menyebalkan, lalu dikelompok manakah kita akan disebut? Bapak, Ibu, tugas kita hari ini adalah menginspirasi anak dengan hal-hal positif. Guru berintegritas dan inspiratif sangatlah dibutuhkan untuk menyiapkan anak-anak kita dalam menjawab tantangan masa depan". 
"Karena dunia berubah begitu cepat, pertanyaannya adalah 'what can I create?' oleh sebab itu tidak hanya kepandaian dalam mengerjakan soal yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan berfikir kreatif juga sangat diperlukan. Memunculkan kreativitas pada anak dimulai darimana? dari gurunya. Maka dari itu siapkan! Kuncinya ada pada interaksi guru", terang Anies dengan bersemangat, pihaknya juga menambahkan rencana untuk menggandeng pihak pemerintah daerah yang komitmen pada peningkatan pendidikan agar mutu guru dapat semakin meningkat.
Di akhir ceramahnya, Anies mengucapkan terima kasih karena Magelang telah menyuplai orang-orang baik untuk masa depan. "Ini pertama kalinya pengumuman nilai UN sekaligus Indeks Integritas UN tertinggi yaitu sebesar 93,53 untuk nilai UN dan nilai indeks integritas kejujuran diatas 97. Inilah contoh bukan sekedar tinggi akademisnya, tapi juga karakter integritas yang kuat. Terima kasih Magelang sudah menyuplai orang-orang baik demi masa depan yg lebih baik. Ini bukan keanehan tapi kewajaran! Jadi, pesan ini yang ingin kami sampaikan kepada seluruh Indonesia", ungkapnya. (SPL)

Keceriaan saat civitas akademika foto bersama Anies (pojok kiri atas). Siswa-siswi SMP N 1 Kota Magelang peraih sepuluh besar nilai Ujian Nasional (UN) bersama Anies saat pers conference di kelas IX B (kiri bawah). Oktavina Wulan, peraih nilai tertinggi UN tingkat Nasional (pojok, kanan atas). Foto bersama Anies bersama beberapa guru (kanan, tengah). Keseriusan tamu-tamu udangan saat menyimak ceramah Anies (pojok kanan bawah) Kamis (11/6). Foto: SPL.