Jumat, 12 Juni 2015

PENGUMUMAN HASIL UJIAN NASIONAL SMP TAHUN 2015 BEDA!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat menjelaskan Hasil Ujian Nasional SMP tahun 2015 di kelas IX B SMP N 1 Kota Magelang kepada teman-teman wartawan pada Kamis (11/6). Foto: SPL.
MAGELANG- Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena adanya Indeks Integritas (tingkat kejujuran) Ujian Nasional (IIUN) sebagai penyerta nilai UN. Dalam keterangan yang disampaikan di depan rekan-rekan wartawan pada Kamis (11/6) di ruang kelas IX B SMP N 1 Kota Magelang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan dari IIUN SMP yang diperoleh terlihat jika kecurangan masih terjadi di berbagai daerah. Selain itu, berdasarkan nilai rata-rata UN dan IIUN tampak bahwa SMP/Sederajat Swasta memiliki rerata lebih tinggi daripada SMP/Sederajat Negeri.

Data hasil UN SMP/sederajat tahun 2015 menunjukkan empat zona pencapaian dari total keseluruhan 52.163 SMP/Sederajat yang melaksanakan UN tahun 2015. Zona pertama untuk nilai UN dan IIUN tinggi yaitu sebesar 12 persen. Zona kedua untuk nilai UN tinggi, tetapi IIUN rendah yaitu sebesar 50 persen. Zona ketiga untuk nilai UN rendah, tetapi IIUN tinggi sebesar 17 persen. Terakhir, zona keempat dengan nilai UN rendah dan IIUN rendah sebesar 22 persen. Angka tertinggi ternyata berada pada zona kedua, maka sekolah-sekolah yang masuk pada zona dua perlu segera berbenah untuk memperbaiki nilai integritasnya. "Untuk mengubah dari nilai rendah ke nilai tinggi harus kerja keras tetapi untuk mengubah integritas rendah ke integritas tinggi cukup berhenti contek mencontek", jelas Anies.

Setelah dilakukan pemisahan sekolah Negeri dan Swasta dari data keseluruhan, prosentase IIUN dan nilai UN SMP/MTs Swasta menunjukkan nilai lebih unggul 4 persen dari IIUN dan nilai UN SMP/MTs Negeri sebesar 10 persen untuk IIUN dan nilai UN tinggi. "Dari angka ini terlihat, (secara umum) problem justru lebih besar di sekolah negeri dibandingkan di sekolah swasta, ini merupakan pekerjaan rumah bagi sekolah-sekolah negeri", ungkapnya.

Mendikbud menjelaskan bahwa IIUN diukur dalam pelaksanaan UN berbasis kertas dengan jawaban pilihan ganda. "Jika dalam satu kelas jawaban benar dan jawaban salahnya sama, serta pola jawaban yang sama pula, maka dapat diketahui di kelas itu terdapat kerja kolektif dari peserta UN dalam menjawab naskah soal UN", ujar Anies mengambil contoh kasus. "Jadi, ada dua komponen kerja kolektif, yaitu kerjasama antar individu dan kerjasama sistemik, dan dari dua itu muncullah rata-rata indeks integritas", tambahnya.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam slide presentasi Hasil Ujian Nasional SMP tahun 2015 menerangkan bahwa tujuan dari diselenggarakannya Ujian Nasional SMP tahun 2015 yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan, membina sekolah yang belum mencapai standar, dan membentuk perilaku jujur dan integritas (sekolah sebagai zona berintegrasi). (SPL)