Senin, 22 Juni 2015

TKIT ASY SYAFFA' 1 ADAKAN PELATIHAN PUBLIK SPEAKING UNTUK PENDIDIK


Fuzna (46) sedang membacakan bukunya di depan para peserta training di lingkungan sekolah TK IT Asy Syaffa', Senin (22/6).


MAGELANG- TKIT Asy Syaffa' 1 mengadakan pelatihan publik speaking bagi para ayah dan bunda, tenaga pendidik di TKIT Asy Syaffa' 1. Training tentang ilmu berkomunikasi yang menghadirkan trainer handal, Fuzna Marzuqoh (46) berlangsung di lingkungan sekolah TK IT Asy Syaffa' 1 kampung Tulung pada Senin (22/6) pagi.

Para pendidik secara seksama memperhatikan materi. Dalam training yang berjalan selama kurang lebih dua jam, Fuzna (46) menyampaikan bahwa komunikasi tidak  hanya penyampaian pesan antar kata-kata, tetapi perlu sikap dan perilaku dari si pembawa pesan kepada pihak penerimanya. Kemudian yang paling penting dari sebuah komunikasi adalah kepada siapa kita akan menyampaikan pesan. "Kita perlu memiliki kesadaran bahwa setiap orang itu unik dan khas, jadi kita harus mengenal terlebih dahulu karakter orang yang akan kita ajak berkomunikasi, setelah kenal karakter orang baru kita bicara dengan mereka, maka kita akan mudah berkomunikasi", terangnya dalam wawancara seusai acara.

Joko, satu-satunya pendidik pria yang mengikuti pelatihan ini sangat terkesan dengan ilmu baru yang diperolehnya setelah mengikuti training publik speaking. "Luar biasa..kita diajarkan tentang bagaimana teknik berkomunikasi yang efektif. Ternyata, slama ini komunikasi kita terhadap orang masih kurang. Setelah mendengar dengan seksama, dalam berkomunikasi tidak cukup dengan keseriusan, perlu senyuman, gaya bahasa, dan bahasa tubuh yang mengiringi agar orang lebih berminat dalam mendengarkan apa-apa yang kita sampaikan", ungkap Joko saat ditemui seusai acara.

Dwi Rahayu Wilujeng, atau yang dikenal sebagai bunda Wiwik selaku kepala sekolah sekaligus penggagas pelatihan ini merasa senang karena seluruh peserta merasa mendapat tambahan ilmu yang bermanfaat dari training ini. Harapannya, semoga program ini dapat berjalan hingga tuntas dan membawa kebermanfaat bagi proses belajar mengajar dan pendampingan anak selama di sekolah. "Guru KB-TK selain selalu berinteraksi  dengan peserta didik juga selalu berkomunikasi dengan wali murid. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan PS ini teman-teman bisa lebih baik dan lebih santun dalam memberikan pelayanan kepada wali murid. Terlebih dengan adanya program gerakan orang tua mengaji. Insya Alloh akan diadakan follow up dr pelatihan PS sebagai upaya meningkatkan pelayanan lembaga kepada masyarakat", tuturnya. (SPL)



Sesi foto bersama antara trainer dan peserta training, say : "cheesee.." Foto: SPL