Sabtu, 04 Juli 2015

KEBAHAGIAAN 17 RAMADHAN 1436 H DI PONDOK SANTRI YATIM DAN DHU'AFA IHSANUL FIKRI

Azka (pojok kiri bawah) tengah berbagi kebahagiaan di hari miladnya yang ke-8 di Pondok Yatim dan Dhua'fa Yayasan Ihsanul Fikri Kota Magelang. (3/7)


MAGELANG- Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga Frandy dan santiwan Pondok Yatim dan Dhua'fa Ihsanul Fikri yang beralamat di Jalan Tentara Genie Pelajar 23 Kota Magelang dalam suasana 17 Ramadhan 1436 H pada Jumat (3/7). Hari itu bertepatan dengan bertambahnya satu tahun usia Azka (8), putra pertama dari pasangan Frandy dan Rina.

Perayaan ulang tahun kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena baru pertama kalinya Azka diajarkan kedua orang tuanya untuk berbagi kebahagiaan dengan menggelar tasyakuran bersama saudara-saudara muslimnya di pondok ihsanul fikri. "Ini pertama kalinya Azka berbagi dengan saudara-saudara di sini, biasanya tasyakuran ulang tahun dilakukan bersama teman-temannya di lingkungan sekitar rumahnya," ungkap bundanya.

Sebelum agenda tasyakuran milad (ulang tahun) dimulai, ketua santriwan pondok Ihsanul Fikri, Jazim Athohiri (21) mengawalinya dengan pembacaan Surah Al Ashr 1-3 dan sebuah kultum singkat menjelang berbuka puasa yang bertema nikmat syukur, serta dilanjutkan dengan membaca doa berbuka puasa. Setelah berbuka, agenda dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah di mushola pondok. Selesai mendirikan sholat Maghrib berjamaah, keempat belas santiwan dan keluarga Frandy yang terdiri dari Ayah, Bunda, Azka (8), dan adiknya, Rafa (4) melanjutkan agenda makan besar di ruang utama pondok Ihsanul Fikri dengan ditemani terangnya lampu neon.

Diakhir acara, Jazim memimpin doa untuk Azka (8) yang tengah membagikan kebahagiaan di hari ulang tahunnya. Jazim mendoakan agar Azka menjadi anak yang sholih, berbakti, dan bisa mencapai cita-cita yang diinginkannya kelak. Ternyata, Azka memiliki keinginan menjadi seorang Ustadz. Hal ini disampaikannya saat menjawab pertanyaan dari Puji (25), web reporter Yayasan Ihsanul Fikri (YIF), "Azka cita-citanya mau jadi apa?" dengan mantap Azka pun menjawab "Mau jadi Ustadz", yang kemudian disambut kembali dengan ucapan serentak "Aamiin" dari seluruh anggota majelis di awal 17 Ramadhan 1436 H petang itu. (SPL)