Senin, 10 Agustus 2015

ENAM GURU SMP IT IHSANUL FIKRI KOTA MAGELANG IKUTI DIKLAT PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN SMP IT SE-KEDU

Pembawa acara sedang membuka agenda Diklat Penyusunan Modul Pembelajaran SMP IT Se-Kedu di gedung SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan lantai tiga pada Sabtu (8/8). Foto: Agus.
MAGELANG- Enam guru SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) penyusunan modul pembelajaran SMP IT Se-Kedu pada Sabtu-Ahad (8-9/8) di gedung SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan, lantai tiga.

Keenam guru SMP IT Ihsanul Fikri yang turut berpartisipasi yaitu guru bahasa Inggris (Pak Agus), guru Matematika (Pak Haryo), guru Ilmu Pengetahuan Sosial (Bu Arifa), guru bahasa Indonesia (Pak Syaiful), guru Ilmu Pengetahuan Alam (Bu Eka), dan guru Pendidikan Agama Islam (Pak Muhtar).

Diklat yang difasilitatori perwakilan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Pusat, Suhartono, M.Pd dan DR Afrizal bertujuan untuk menemukan formula pengajaran yang TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasi, Duniawi, dan Ukhrawi). Diklat ini dalam lingkup wilayah se-Kedu yang meliputi Wonosobo (SMP IT Insan Mulia), Kebumen (SMP IT Ar Risalah), Purworejo (SMP IT Ulul Albab), Temanggung (SMP IT Cahaya Insani), Kota Magelang (SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang) dan Kabupaten Magelang (SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan).

Kegiatan ini diawali dengan pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), analisis format modul, dan pembuatan outline. Pak Agus menjelaskan mekanisme diklat secara berurutan. "RPP yang sudah kita rancang disatukan dalam bentuk folder, kemudian untuk memberikan gambaran pada peserta, fasilitator memilih salah satu RPP peserta untuk ditampilkan di depan, kemudian dikoreksi dan dibahas bersama. Kemudian untuk selanjutnya semua RPP yang telah dikoreksi tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing peserta melalui email," jelas beliau disela waktu istirahatnya.

Pak Muhtar memiliki kesan mendalam setelah mengikuti agenda Diklat. "Diklat ini merupakan workshop penyusunan modul pembelajaran SMP IT, sebagai guru kami dituntut mampu merancang panduan praktis mengajar yang berkeseimbangan antara dunia dan akhirat," ungkap beliau saat ditemui di ruang kantor guru SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang. (SPL)