Kamis, 20 Agustus 2015

LUAR BIASA! MAGELANG RAIH PERINGKAT PERTAMA KOTA CERDAS EKONOMI IKCI 2015

Pengumuman kotya-kota peraih penghargaan dalam harian Kompas
Sigit Widyonindito bersama walikota Madiun dan Surabaya tengah berfoto bersama menkominfo dan pemimpin redaksi harian Kompas. Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/08/13/Inilah-Kota-Kota-Penerima-Anugerah-Kota-Cerdas-201
Sigit Widyonindito sedang menerima ucapan selamat. Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/08/13/Inilah-Kota-Kota-Penerima-Anugerah-Kota-Cerdas-201


JAKARTA-Magelang meraih peringkat pertama sebagai kota cerdas ekonomi kategori kota berpenduduk sampai dengan 200 ribu jiwa pada malam penganugerahan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 pada Kamis (14/8) di Grand Ballroom Shangri-la Hotel Jakarta.

Dalam penjelasan survei penyusunan IKCI 2015, sebuah kota dianggap bisa menerapkan konsep cerdas perekonomian apabila mampu memaksimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan warganya. Sejumlah hal yang dinilai adalah pengelolaan pusat kegiatan ekonomi, pengembangan industri, dan peningkatan keterampilan tenaga kerjanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku tak mengira bisa hadir di acara Kota Cerdas. Menurutnya, Magelang itu kota kecil tak punya sumber daya alam, tapi mengandalkan sebagai kota jasa. Misalnya memanfaatkan wisata karena memilki Candi Borobudur.
"Investasi terbuka, angka kemiskinan berkurang drastis. Tak ada jalan berlobang di Magelang," kata Sigit. Dari sisi pendidikan juga menggembirakan. Penataan sektor PKL juga berlangsung mulus. "Di jalan protokol tak ada PKL. Program sebaik apapun harus diimbangi dengan komunikasi yang baik,"katanya seperti dilansir dari Kompas. 

Kepala bidang fisik dan prasarana, Kurniawan menyampaikan bahwa ada beberapa tahapan yang telah ditempuh dalam penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI), yaitu penentuan indikator, proses seleksi 93 kota menjadi 30 kota, proses seleksi 15 kota, penghitungan indeks, dan pembagian kategori pemenang yang terdiri dari 3 kota besar, 3 kota menengah, dan 3 kota kecil. Pihak Bappeda Kota Magelang diminta mengisi lembar survei dan pengumpulan data lima indikator secara online. "Indikator yang menjadi penilaian IKCI 2015 yaitu mengenai kondisi tata ruang, transportasi, lingkungan, pelayanan publik, dan penggunaan konsep elektronik atau TIK pada setiap kebijakan," jelas Wawan, sapaan akrabnya di sela waktu istirahat siangnya di kantor Bappeda Kota Magelang bidang fisik dan prasarana (fispra) pada Selasa (18/8).

Joko Soeparno, selaku kepala Bappeda Kota Magelang turut mendampingi Sigit Widyonindito saat seminar dan agenda malam puncak penganugerahan di Jakarta. Konsep Kota Cerdas juga sudah masuk dalam visi dan misi Walikota. "Selaku bidang teknis yang melakukan pengecekan dokumen dan di lapangan, kepala Bappeda, Ir. Joko Soeparno, MPL turut mendampingi pak Walikota ke Jakarta dalam seminar dan malam penganugerahan Indeks Kota Cerdas 2015 dan kalau mau dilihat, konsep Kota Cerdas telah tercantum dalam visi dan misi Walikota," ungkap Wawan menggantikan Joko. (SPL)