Sabtu, 31 Oktober 2015

BEST PRACTICE TEACHER: Kembangkan Pengajaran Lewat Menulis

Pelatihan Best Practice Teacher JSIT se-Kedu | FOTO: Eman
Ayo tulis pengalaman terbaik dari cara membersamai anak didik

YayasanIhsanulFikri.Org | MAGELANG - Untuk menambah wawasan guru tentang dunia tulis menulis. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Koordinator Daerah Karesidenan Kedu mengadakan Pelatihan Penulisan Best Practice, Sabtu (31/10/2015), di TKIT As Syafa Kota Magelang. Ada 71  guru dari 31 Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Islam Terpadu (PAUD SIT) se-Kedu, mengikuti acara ini.
  
Seperti penuturan Ketua Panitia Dwi Rahayu Wilujeng SPd, dia mengharapkan setelah acara ini guru bisa berfikir sistematis, menuangkan ide dan memecahkan masalah lewat tulisan. “Bisa mengembangkan materi dan bahan baku ajar, tentunya lewat tulisan,” jelasnya.

Lebih lanjut “Bu Wiwik” begitu wanita ini biasa disapa, Divisi PAUD Jaringan Sekolah Dasar Islam Terpadu (JSIT)  setiap tahun mempunyai program 4 kegiatan pelatihan, “Ini (Pelatihan Menulis) salah satunya,” ungkapnya.
"JSIT  setiap tahun mempunyai program 4 kegiatan pelatihan, Pelatihan Menulis salah satunya”  
 
Menurutnya, secara singkat Best Practice adalah Penulisan pengalaman terbaik dari cara membersamai anak didik. Acara pelatihan Kali ini menghadirkan instruktur Niken Kencana Ungu, Juara Pertama Penulisan "Best Practice Teacher 2014" Tingkat Nasional. Dia guru di SMK Yudya Karya Magelang yang produktif menulis buku.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadirannya yang sudah tiba di lokasi sejak jam 08 pagi, sedangkan acara dimulai Jam 09. Padahal ini acara se Karesidenan Kedu, artinya ada yang dari Wonosobo, Purworejo cukup jauh dari Lokasi TKIT As Syafa Kota Magelang. Mereka juga sudah meminta makalah dan membaca-bacanya sebelum acara dimulai.

“Apalagi mereka semua wanita dan sudah berkeluarga, tapi keterbatasan itu semua tidak menghalangi semangat mereka,” jelas Wiwik dengan senyum.

Tindak lanjut dari pelatihan ini hasilnya akan dikomentari oleh Instruktur dan dikirim kembali ke peserta, jadi tidak terputus. Selanjutnya akan ada materi lanjutan, berupa Penelitian TIndakan kelas meningkatkan kapasitas diri melalui proses menulis sehingga terbiasa menulis.

“Disisi lain JSIT sendiri juga akan mengadakan lomba Best Practice Teacher,” pungkas Wiwik. (EM)