Senin, 23 November 2015

Siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri Kunjungi Pabrik Tahu

Rina buruh pabrik tahu, tengah memperbaiki hasil uji coba pembungkusan tahu siswi SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang | SPL
YayasanIhsanulFikri.org | MAGELANG - Puluhan Siswa-Siswi SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melakukan kunjungan ke pabrik tahu di Tidaran 3, Rt 14 Rw 7, Candi Retno, Secang, Senin (9/11). Menurut Rosi, salah seorang guru pendamping, Tujuan kunjungan ke pabrik tahu ini untuk mengenalkan siswa pada proses pembuatan sesuatu. "Kali  ini khusus pada pengenalan proses pembuatan tahu," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Ibu Putri (29), Istri dari pemilik pabrik tahu generasi kedua menerima kedatangan siswa-siswi SDIT IF.  Dengan semangat dia menceritakan proses awal pembuatan tahu dari yang semula berupa kedelai hingga kemudian menjadi tahu yang siap dipasarkan."Kami menggunakan dua jenis kedelai, yaitu kedelai impor dan lokal," ungkapnya. 

Ibu Putri (29), istri pemilik pabrik tahu Sido Langgeng
Sehari, masih kata Bu Putri, kami bisa memasak sebanyak 12 kg kedelai sebanyak 30 kali. Setelah kedelai disesuaikan perbandingannya antara lokal dan impor, kemudian direndam selama
 4-5 jam dengan air biasa, kemudian dicuci bersih, masuk penggilingan dan perebusan hingga mendidih 4 kali didihan. 


Tahapan selanjutnya, dilakukan penyaringan guna memisahkan sari dari ampasnya. Sari kedelai perasan kemudian digumpalkan menggunakan bahan penggumpal. Proses berikutnya, didiamkan beberapa saat hingga terjadi pemisahan antara air dan gumpalan. Setelah air habis, baru kemudian tahu dicetak. 

Selesai pencetakan, dilakukan pemotongan tahu sesuai garis cetakan.  Lalu dibungkus dengan kain mori, untuk memadatkan. Setelah itu dibuka morinya, ditiriskan, kemudian dilakukan perebusan, agar kenyal dan didinginkan. Terus jadilah tahu yang siap digoreng sebelum dimakan. 


"Perasaannya senang, karena enak. Saya jadi tahu bagaimana cara bikin tahu," ungkap Tata siswa kelas 3 SDIT-IF sambil tersenyum.

Bapak Haryanto (34), Sang Pemilik Pabrik juga mengungkapkan perasaan senangnya atas kunjungan yang telah dilakukan siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang ke pabrik yang pertama kali didirikan oleh ayahnya.

"Terima kasih, kami sangat senang dikunjungi, sehingga keberadaan pabrik tahu Sido Langgeng bisa diketahui orang banyak," katanya. (SPL)
Penampakan kedelai lokal (kanan) dan impor (kiri).
Putri sedang mengajarkan proses membungkus tahu dengan kain srimin pada siswa SDIT IF.
Pak Sugi sedang menuangkan cairan penggumpal dalam sari tahu.
Pak Mahfud (paling kiri) bersama Bu Sriyati (paling kanan) sedang melakukan proses penirisan.


Pak Mujiatun (kaos putih) sedang melakukan penyaringan.
Proses pencetakan tahu.
Bu Yani tengah melakukan pemotongan tahu sesuai garis cetakan.
Pak Bokir sedang melakukan penyemprotan untuk menghilangkan busa yang naik keatas permukaan.
Tahu siap dipasarkan.
Fotografer: SPL