Rabu, 16 Desember 2015

Munaqasah Siswa Siswi SDIT dan SMPIT Ihsanul Fikri

Belajar membaca Al-Qur-an jadi mudah, menyenangkan dan menyentuh hati

  
IhsanulFikri |MAGELANG - Siswa Siswi SDIT dan SMPIT Ihsanul Fikri Kota Magelang mengikuti Munaqasah, rangkaian program pembelajaran Al-Quran dengan Metode Ummi ini berlangsung dua hari, Senin-Selasa (14-15/12/2015).   Menurut Ustadz Faisal Trie Atmadja A.Md, Guru yang pembimbing Mata Pelajaran Al-Quran, Munaqasah  adalah Program untuk mengetes kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Ada 63 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 20 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), total ada 83 siswa yang mengikuti Munaqasah.  
“Tesnya meliputi lima bidang, tartil, fashahah, gharibah, tajwid dan hafalan,” jelas Faisal. 

Faisal menambahkan, untuk hafalan yang dites juz 30, namun tidak semuanya, tapi dari surat An-Naas sampai Al-Alaa. Agar mencapai hasil seobyektif mungkin, Ustadz yang menguji bukan guru-guru Yayasan Ihsanul Fikri, tapi langsung dari Ummi Foundation, Surabaya. Menurut catatan Ustadz Faisal, sejak 2010 Yayasan Ihsanul Fikri sudah bekerjasama dengan Ummi Foundation terkait pembelajaran Al-Quran ini.

Alasan menggunakan metode Ummi, menurut Ustadz Faisal, selain adanya sertifikasi bagi pengajar, belajar membaca Al-Qur-an jadi mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Ada standar kualitas yang dipantau langsung oleh Ummi Foundation. Selain itu, ada dukungan pengembangan, baik dari segi konten, konteks maupun sistem-nya.

“Harapan kami tercapai hasil yang pas dalam pengelolaan pembelajaran Al Quran, penguasaan manajemen kelas, serta kualitas hasil pembelajaran,” jelas Faisal.

Link Terkait:
Sertifikasi Guru Al-Quran Metode Ummi


Dia menambahkan, diraport nilai dari Munaqasah ini masuk dalam Mata Pelajaran Al-Quran dan Tahfidz.

Dalam kaca pandang Faisal, Belajar apapun harus mengikuti tahapan yang baik dan benar. Tahapan yang baik adalah tahapan yang sesuai dengan karakteristik obyek yang akan diajar. Tahapan yang benar adalah tahapan yang sesuai dengan bidang yang akan diajarkan. Tentunya, mengajar Al Quran tidak sama dengan mengajar matematika. “Setiap bidang studi memiliki karakteriktis yang khas,” tuturnya.

Dalam pembelajaran membaca Al Quran materi sebelumnya merupakan prasarat bagi materi sesudahnya. Sehingga ketuntasan materi sebelumnya sangat menentukan kelancaran sesudahnya. Ketuntasan yang diharapkan dalam metode Ummi ini adalah mendekati 100%. Khususnya pada jilid sebelum Tajwid dan Gharib. Prinsip dasarnya, siswa hanya boleh melanjutkan ke jilid berikutnya jika jilid sebelumnya sudah benar-benar baik dan lancar.
“Kalau mau lanjut ke Tahfidz tapi belum munaqasah, hafalannya bisa tersendat,” ungkap Faisal.
Untuk mencapai hasil maksimal, harus ada pengawasan yang intensif. Ada dua  jenis kontrol yang harus dijalankan, yakni Internal dan eksternal. Kontrol kedalam maksudnya, setiap kenaikan jilid harus melalui tes dari koordinator Al-Quran dari guru di Yayasan Ihsanul Fikri. Sedangkan eksternal kontrol artinya, untuk uji terakhir program harus dilakukan oleh koordinatir wilayah yang ditunjuk langsung oleh Ummi Foundation. 

“Munaqasah ini, para pengujinya ada tiga orang, mereka ditunjuk langsung dari Surabaya,” jelas Ustadz Faisal.

Dengan pantauan dari dalam, masih kata Ustadz yang mengajar di Ihsanul Fikri sejak 2007 ini, laporan perkembangan setiap siswa sangat membantu guru agar masalah yang mungkin terjadi dalam proses belajar. Sehingga cepat diketahui dan diatasi. Progress report setiap siswa juga membantu orang tua untuk mengontrol proses belajar. Para orang tua bisa memberi motivasi pada anak mereka jika dirasa perkembangan putra-putrinya dalam membaca Al-Quran tidak lancar. Dengan adanya progres report setiap siswa, juga bisa membantu guru untuk melakukan remidial teaching pada anak dengan meilhat titik-titik lemah dari catatan pada progress report.

“Tidak lulus sekarang maka bisa ikut remidi, kalau tidak lulus lagi, maka tahun depannya. Kecuali kelas 6, kalau masih lanjut SMP-nya disini (SMPIT ihsanul Fikri) ya bisa ikut lanjut,” kata Faisal.


Link Terkait:

Sembilan Pilar Bangunan Sistem Metode Ummi 

  
Menurut Ustadz Faisal, Yayasan Ihsanul Fikri Kota Magelang ini sudah tiga tahun bekerjasama dengan Ummi Foundation. Untuk peningkatan mutu tiap tahunnya Ummi Foundation Surabaya datang berkunjung ke Yayasan Ihsanul Fikri secara periodik sebanyak 6-7 kali.

Dari Ummi Foundation, ada pantauan berupa supervisi, pemetaan dan upgrading guru, refresh metodologi, guru-guru yang sudah mendapat sertifikasi di refresh kembali metodologinya. 
“Kalau Tahapannya terpenuhi, berlanjut pada Munaqasah,” ungkap Faisal.

Munaqasah ini semacam ujian bagi anak-anak yang telah menjalani pembelajaran Al-Quran, targetnya memang empat tahun. Anak-anak yang sudah menyelesaikan jilid 1-6, terus lanjut ke Al-Quran sesuai tajwidnya dan ditambah dengan ilmu gharib, setelah selesai diajukan untuk Munaqasah. Setelah munaqasah, siswa dijadwalkan membaca Al-Quran dalam acara Khataman.

“Acara khataman ini mewajibkan kedua orangtua murid untuk hadir mendengarkan langsung bacaan Al-Quran putra-putrinya,” pungkas Faisal.