Rabu, 06 April 2016

Magelang Kota Sejuk, Cocok untuk Menghafal Al-Quran


   
Ustadz Ahmad Kasban Syarqawi, Lc
Ihsanul
-Fikri |
Magelang sebuah kota di tengah-tengah pulau Jawa nan sejuk. Daerah ini dipilih menjadi bertemunya para penghafal Al-Quran tingkat nasional. “Temu Hufaz” —sebelumnya Muhkhayyam Al-Quran (MQ)— rencananya akan digelar pada 3-8 Mei 2016, bertempat di The Oxalis Regency Hotel, Kota Magelang.
Menurut Ketua Panitia Temu Hufaz Nasional 2016, Ustadz Ahmad Kasban Syarqawi, Lc untuk gelaran Temu Hufaz ini pihaknya sudah merancang setahun sebelumnya. 

“Tahun lalu, kami menawarkan Magelang sebagai pertemuan berikutnya kepada para alumni MQ ke-8,” jelas Kasban. 

Melihat dan merasakan sendiri dampak dari setiap pelaksanaan MQ, Ustadz Kasban dan dibantu dengan pegiat lembaga pembelajaran Al-Quran lainnya, berinisiatif menyelenggarakan acara temu penghafal Al-Quran ini di Magelang pada periode berikutnya. Aktivis Islam dan khususnya pecinta Al-Quran sangat menginginkan ada syiar di Magelang sekaliber nasional, terutama dari sisi religius. 

Ustadz Kasban mengungkapkan, sebenarnya ada tiga tempat yang menawarkan untuk acara Temu Hufaz ini, Bandung, Subang dan Magelang. 

“Alhamdulillah usulan kami diterima!” tutur Ustadz Kasban riang.

Mengharap Berkah 

Seorang Hafiz Al-Quran tentu memiliki keistimewaan, apalagi ketika mereka berkumpul disatu tempat. Tentu ini akan memberi semacam energi positif yang mengalir kepada lingkungannya. Keberkahan inilah yang diinginkan dari penyelenggaraan “Temu Hufaz” ini. 

Temu hufaz ini tidak berafiliasi pada kelompok tertentu. Bahkan bisa menjadi media dakwah yang mempererat antarormas Islam. Intinya gerakan Al-Quran ini satu, karena ideologi Al-Quran yang mempersatukan umat.

“Harapannya dengan Temu Hufaz ini bisa menjadi stimulan bagi langkah-langkah dakwah,” kata Ustadz Kasban.    

“Temu Hufaz media dakwah yang mempererat umat Islam”

Nilai penting dari adanya acara ini, masih kata Kasban, Ustadz yang menangani Lembaga Tahfiz di Ihsanul Fikri Magelang, karena di Indonesia ini gelora mempelajari Al-Quran sungguh luarbiasa. Kegiatan membaca Al-Quran disukai semua level di masyarakat. Tumbuh subur lembaga-lembaga, Ada Rumah Al-Quran, Seminar Al-Quran, One Day One Juz (ODOJ), berdirinya lembaga Tahsin dan Tahfiz. Maka stamina ini harus dijaga dan dikembangkan agar jangan terjebak hanya sekadar tren belaka. 

“Ini semangat keberagamaan yang tumbuh, dari membaca ODOJ maka lahirlah hufaz sekaliber nasional dan selanjutnya mufassir setingkat nasional,” begitu harapan Ustadz Kasban

Harapan Ustadz Kasban tentu harapan kita semua. Dari interaksi dengan Al-Quran ini akan muncul gerakan dakwah yang lebih massif lagi. Semoga! 

EMAN MULYATMAN

Terkait: