Kamis, 05 Mei 2016

Walikota Magelang Sigit Widyonindito Membuka Temu Huffazh Nasional

 
Walikota Magelang Ir. H. Sigit Widyonindito, MT membuka Temu Huffazh Nasional, Selasa 3/5 | Foto: Agung Jatmiko 
Ihsanul
-Fikri
Pukulan gong sebanyak tiga kali oleh Walikota Magelang Ir. H. Sigit Widyonindito, MT, menandai resminya pembukaan acara Temu Huffazh Nasional. Acara berlangsung di Pendopo Pengabdian Pemerintah Kota Magelang Jawa Tengah, Selasa malam (3/5).  Ketua Markaz Al-Quran Jakarta KH Abdul Aziz Abdul Rouf Lc dan Tokoh Penggerak Penghafal Al-Quran Nasional KH Amang Syafrudin Lc, MSi, turut menghadiri acara pembukaan ini.   

Sore hari sebelum acara pembukaan, Walikota Magelang Sigit Widyonindito juga berkenan menjamu ke 141 Huffazh (penghafal Al-Quran) di rumah Dinas Walikota.

Sebelum acara Pembukaan ini dimulai peserta Temu Huffazh Nasional terlebih dulu menggelar Khataman Al-Quran yang dibaca bersama oleh para peserta Temu Huffazh Nasional. Ke 141-an peserta membagi bacaan per-juz sehingga bisa khatam (tamat/selesai) dalam waktu kurang dari setengah jam.

Acara Pembukaan Temu Huffazh Nasional ini diawali dengan Pembacaan kalam illahi oleh Ustadz Ahlun Nazir, Alhaffidz. Ustadz yang juga staf pengajar di SMAIT Ihsanul FIkri Pabelan ini membawakan surat Al Furqaan [25]: 67 – 77. Selanjutnya Doa Pembukaan oleh KH Mansyur Siroz MAg.

Sebelum memasuki acara sambutan-sambutan, SDIT Ihsanul Fikri menyuguhkan demo berupa Imtihan (ujian) hafalan Al-Quran dari siswa-siswi kelas 4 SDIT Ihsanul Fikri. Ustadz Faisal Trie Atmadja salah seorang Tim Pengajar Al-Quran di SDIT Ihsanul Fikri memandu imtihan ini. Enam orang siswa, terdiri dari 4 orang putri dan 2 putra diuji hafalan Al-Quran juz 1 dan juz 30, oleh peserta dan tamu undangan Temu Huffadz Nasional ini. Tak hanya bacaan, tapi juga hukum tajwidnya diuji secara langsung oleh peserta Temu Huffazh Nasional.

Penampilan enam orang siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri itu, Putra: Rafi dan Ahnaf. Putri: Syifa, Atsna, Ihsa dan Caca (Aisyah) sukses memukau hadirin. Peserta imtihan ini sempat mendapat applause panjang beberapa kali.

Ketua panitia Temu Huffazh Nasional Ustadz H Ahmad Kasban Syarqawi, Lc, MA, Alhafizh, mengatakan, Temu Huffazh Nasional ini diadakan karena menyadari pentingnya menjaga Al-Quran sebagai sumber utama dan acuan utama yang paling agung dan mulia untuk tetap hidup di hati semua muslim. Sehingga mampu teraplikasi disetiap kehidupan pribadi dalam bermasyrakat. Maka, mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Al-Quran mutlak dilakukan setiap lembaga dakwah Islam.

“Meski pada dasarnya Allah SWT-lah yang langsung memelihara Al-Quran ini hingga akhir zaman,” tutur Kasban.

Menurut Ustadz Kasban, yang juga Ketua Tim Tahfizh di Ihsanul Fikri, tujuan acara ini selain untuk memberikan gambaran tentang proses menghafal Al-Quran juga memperkokoh mentalitas penghafal Al-Quran. Temu Huffazh juga bertujuan membangun semangat memelihara hafalan Al-Quran, kedisiplinan dan keseriusan. Adanya momen ini juga sekaligus membangun spirit dakwah dan pembinaan dalam proses menghafal Al-Quran.

"Kami ingin menumbuhkan suasana qurani"

“Selain itu kami ingin menumbuhkan suasana qurani dalam kehidupan pribadi dan keluarga peserta, serta masyarakat di daerah masing-masing,” tutur Kasban.

Wakil Ketua Panitia Temu Huffazh Nasional, Arifin Mustofa tak kalah optimisnya. Menurutnya, sudah sekitar empat tahun lalu dimulai program mencetak para penghafal Al-Qur’an secara nasional melalui kegiatan Mukhoyyam. Sudah delapan kali Mukhoyyam dilaksanakan dengan peserta selalu bertambah. Markaz Al-Qur’an Nasional yang menggelar Mukhoyyam dua kali per tahun.

“Selain untuk saling mengecek hafalan, alumni Mukhoyyam ini berkumpul di Temu Huffazh Nasional 2016 sebagai ajang reuni untuk mempererat tali silaturahim,” ujarnya di sela pembukaan Temu Huffazh Nasional.

Arifin menuturkan, ada sekitar 141 huffazh ikut serta dalam Temu Huffazh Nasional yang berpusat di Hotel Oxalis Magelang. Mereka berasal dari sejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Rata-rata mereka sudah mulai menghafal Al-Quran dua sampai empat tahun lalu. “Namun, ada juga yang baru beberapa bulan menghafal,” kata Arifin.

Dia menambahkan, Para penghafal Al-Quran ini berasal dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, seperti karyawan, pegawai negeri sipil (PNS), alumni pesantren dan lain sebagainya. “Kami kumpul di sini untuk saling menjaga hafalan,” katanya.

Temu Huffazh Nasional ini, masih kata Arifin, diselenggarakan pada, Selasa-Ahad (3-8 Mei 2016). Acara ini dipusatkan di Kota Magelang. Para penghafal Al-Quran ini akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti, pelatihan, seminar, ceramah, workshop dan penugasan hafalan.

“Targetnya Peserta hafalan 30 juz Al-Quran, tilawah 15 juz perhari, qiyamullail 4 juz permalam, mengikuti ujian 30 juz Al-Quran,” jelas Arifin.

Arifin yang juga Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Ihsanul Fikri Kota Magelang mengungkapkan, Temu Huffazh ini memang baru pertama di Indonesia dan di Kota Magelang. Harapannya dapat memberi berkah bagi seluruh masyarakat.

“Sekaligus kami juga mendukung visi Wali Kota Magelang yang ingin menjadikan Kota Magelang sebagai kota religius,” paparnya.

Momen pertemuan ini dikonkritkan dengan meresmikan Jaringan Rumah Al-Qur’an Nusantara (JRQN). Lembaga ini bercita-cita mencetak ratusan, bahkan ribuan penghafal Al-Quran. Peresmian ditandai dengan tanda tangan prasasti oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dan penggagas acara, KH Amang Syafrudin Lc MSi.

Walikota Magelang Sigit Widyonindito merasakan, suatu kehormatan Kota Magelang menjadi tempat berkumpul huffazh. Selain bangga dia bertambah yakin dengan program yang dijalankan. “Temu Huffazh ini seiring dengan visi dan misi untuk menjadikan Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas yang dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius,” kata Sigit.

Sebelum acara ditutup, KH Abdul Aziz Abdul Rouf memberikan ceramah sebagai penyemangat, agar umat Islam senantiasa hidup dalam naungan kitab sucinya, Al-Quran al karim.

Selain ke 141 peserta turut menghadiri acara pembukaan ini; Wakil Walikota Magelang Dra. Windarti Agustina, Ketua DPRD Kota Magelang, Wakil Dandim, Forum Pimpinan Daerah Kota Magelang, Kepala Kementerian Agama Kota Magelang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Magelang dan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kota Magelang, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Magelang dan partisipan serta mustami (penyimak) Temu Huffazh Nasional.
 

RESMIKAN JRQN: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito (kiri), KH Abdul Aziz Abdul Rouf  Lc dan KH Amang Syafrudin Lc MSi bersalaman usai menandatangani prasasti peresmian Jaringan Rumah Al-Qur’an Nasional | FOTO: Agung Jatmiko

Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina, bersama peserta putri Temu Huffazh Nasional | FOTO: Agung Jatmiko

Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina, bersama peserta putra Temu Huffazh Nasional | FOTO: Agung Jatmiko