Rabu, 24 Agustus 2016

Asy Syaffa' Parent's School, Dampingi Anak di Usia Emasnya


Mendampingi Anak di Usia Golden Age, judul presentasi yang dibawakan oleh dr Azizah Nuruliati (41) di depan para orang tua/walimurid TK IT Asy Syaffa' 1 Kota Magelang bertempat di ruang kelompok A pada Jumat (19/8). | Fotografer: Puji
YayasanIhsanulFikri.org | MAGELANG - TK IT Asy Syaffa' 1 Kota Magelang menggelar agenda Asy Syaffa' Parent's School, sebuah program pembelajaran parenting bagi para orang tua wali murid TK IT Asy Syaffa' pada Jumat (20/8) di ruang kelompok A. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memberi bekal pada orang tua/ wali murid dalam mendidik anak agar sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW.
"Apabila orang tua mampu membimbing anaknya dengan pola asuh yang sesuai, maka potensi diri anak bisa berkembang secara optimal, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana membekali anak dengan pendidikan sesuai sunnah, beraqidah lurus, dan berakhlaq mulia seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW," ungkap bunda Wiwik dalam sambutannya.
Dalam penyampaian materinya yang berjudul "Mendampingi Anak di Usia Golden Age", dr Azizah mengawalinya dengan kitabullah yaitu QS. Al A'raf ayat 172 [1] dan QS. An Nisa ayat 9 [2] hingga diakhir presentasinya menyampaikan bahwa anak-anak kita adalah pintu amal dan merupakan jalan surga yang terbentang.
"Al-Ummu madrosatun (Ibu adalah sekolah.red), ibu sebagai teladan bagi anak-anaknya. Anak kita syurga kita, jadikan anak-anak kita sebagai pintu amal dan jalan surga yang terbentang. Allah telah menjadikan  anak-anak sebagai guru, mau anak keberapa pun, saat itulah kita belajar menjadi ibu dalam membersamai tumbuh kembangnya, disinilah fungsi sekolah, saling mengajar dan diajar. Jangan lupa untuk selalu mendoakan kebaikannya baik di dunia maupun akhirat kelak." terang ibu empat anak, alumnus Kedokteran Umum UNS. (SPL)
[1] Dan (ingatlah), ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (kami lakukan yg demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang orang yg lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” 

[2] Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar!


 Dokumentasi kegiatan
Ice breaking dari bunda Sumi dan bunda Tri, ditirukan serempak oleh peserta.
dr. Azizah Nuruliati, seorang dokter umum di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Peserta tampak antusias saat menyimak pemaparan dari dr Azizah.
Nenek dari mas Rasya yang menanyakan tentang bagaimana metode melarang anak yang baik menurut Islam.
Bu Heti, yang menanyakan tentang objek kelekatan anaknya yang berupa dirinya, bukan pada sebuah benda.
Umi Nanik, yang menanyakan bagaimana manajemen yang tepat diterapkan untuk membuat anak mampu mandiri.
Salam-salaman, saat berpamitan.
Alhamdulillah, acara aman terkendali.
Sisi lain, di tempat penitipan. Anak-anak orang tua/ walimurid yang mengikuti sekolah parenting mendapatkan tempat khusus untuk bermain tanpa mengganggu orang tua/walimuridnya yang sedang belajar.

"Foto bareng dulu yuk.. dik adik dan bu Guru.."
Foto bersama antara Guru dan pengurus POMG pembicara.