Rabu, 08 Februari 2017

EMPAT PULUH GURU SIT SE-JAWA TENGAH IKUTI PELATIHAN DA’I SEKOLAH

YayasanIhsanulFikri.org | MAGELANG – Sebanyak 40 guru SIT se-Jawa Tengah mengikuti Pelatihan Da’i Sekolah (PEDAS) di BPSDM Pertanian, Soropadan, Magelang, Jumat (3/2). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari.

(Foto: Nyv)
Pimpinan Badan Musyawarah Pengelola Sekolah Islam Terpadu sekaligus penanggung jawab acara, Drs. H. Koesdiharno menyampaikan kepada para guru untuk dapat mengajak para orangtua dan murid untuk sama-sama menjadi da’i, “Mari sama-sama menjadikan orangtua dan para murid menjadi da’i yang professional. Insyaa Allah dengan menjadi da’i agar hidup menjadi semakin berkah dan bermanfaat. Semua urusan pun menjadi mudah dengan pertolongan Allah,” terangnya dalam pembukaan PEDAS.

Drs. H. Koesdiharno saat memberikan sambutan

Untuk itu, pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi para guru agar tidak hanya sekedar menjadi guru di sekolah namun dapat mengajak para orang tua dan murid untuk bergerak bersama menjadi da’i. Pelatihan ini berisi 6 materi intensif yang diisi oleh para penggerak dakwah di Jawa Tengah yang kompeten. Di antaranya adalah, Ustadz Trisno Susilo, Ustadz Solihin Abu Izzuddin, Ustadz Mifdhol Muthohar, dan Ustadz Jamal.

Para guru diminta agar ilmu yang diperoleh dalam acara pelatihan ini dapat diterapkan atau ditularkan kepada para guru dan orangtua di sekolahnya setelah kembali ke daerah masing-masing. Ustadz Solihin, pengisi materi motivasi menyampaikan agar para guru tetap bersemangat dalam mengajak kebaikan kepada para orangtua dan murid meski kadang semangat cenderung akan menurun setelah selesai mengikuti pelatihan.

“Hanya dua hari dilakukan pelatihan da’i sekolah namun diharapkan, par a guru dengan berbagai kompetensi dan kelebihannya masing-masing yang dimiliki dapat tetap menjaga semangatnya dan memahamkan kepada para orangtua dan murid untuk bersama-sama berdakwah”.

Pemberian hadiah kepada para guru yang mewakili sekolahnya masing-masing

Dalam sesi penghargaan kepada sekolah terproduktif, SDIT Insan Mulia Temanggung, SDIT Harapan Bunda Karanganyar dan SDIT Al Islam Pati mendapatkan penghargaan sebagai sekolah paling progresif sebagai da’i. Penghargaan yang diberikan ini harapannya dapat memacu sekolah-sekolah lain untuk dapat ikut progresif dalam implementasi pelatihan da’i sekolah. Menurut Bapak Koes, pihaknya juga berencana mengadakan PEDAS angkatan dua untuk mengikutikan guru-guru dan sekolah-sekolah yang belum mendapatkan kesempatan dalam PEDAS angkatan satu ini. (NYV)